hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAN KAMU tetapii APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN



Senin, 09 Januari 2012

TRANSISI MASA REMAJA KE MASA DEWASA

Mengambil Kisah Hidup Teman dekatQ ,,,,

Seorang perempuan berinisial D.P, dia sekarang berusia mau beranjak usia ke 21, dia adalah anak pertama dari 5 bersaudara, saya sudah kenal dia semenjak SMA, dia seorang individu yang cukup pandai dalam segala bidang akademik maupun non akademik, dilihat dari banyaknya organisasi yang diikuti pada saat SMA serta nilai-nilai yang cukup memuaskan dalam akademik, selama saya mengenai D.P pada saat SMA dia cukup bisa mengatur waktunya dalam mengerjakan semua hal yang dia hadapi serta karena dia anak pertama sehingga setelah dia pulang sekolah, dia harus membantu ibunya mengurusin rumah serta adiknya yang dulu paling kecil yaitu usia 3 sampai 4 tahun.dia sangat telaten dalam mengurus rumah dan merawat adiknya.



Walaupun terkadang dia pernah sekali-kali curhat kepada saya kalau rasa capek menghadapi hidup ini.Rasanya pengen kalau pulang dari rumah istirahat dan kemudian mengerjakan tugas akan tetapi beda halnya yang dia rasakan dia harus mengurusin adiknya yang hanya ada dia selalu dimarahain apabila telat pulang serta rumah tidak dibersihkan atau terlihat kotor.kalau mengenai hubungan social dia dengan orang lain seperti hubungan special dengan lawan jenis,dia termasuk orang yang sangat mudah dekat dengan orang lain terutama lawan jenis, pengalaman teman-temannya saja belum memiliki pacar, justru dia sudah beberapa kali berganti pacar, putus dari satu orang sambung lagi dengan orang lain serta tidak pernah bertahan lama kalau saya perhatikan dia paling lama berpacaran itu 2 dan terakhir saya lihat 1 tahun pada saat SMA.dan dia itu selalu berkata AKU PANTANG DIPUTUSIN LAKI-LAKI katanya gitu.Pasti dia yang selalu memutuskan hubungan.Dan dulu saya sempat mengenalkan dia dengan YahooMassanger dimana YM itu adalah salah satu jejaring social untuk mengenai orang luar hanya melalui dunia maya yaitu hanya ngobrol semata lewat internet atau ada aplikasi Cam agar kita bisa melihat orang yang kita ajak ngobrol bahkan ketika kita sudah dekat dengan teman chat tersebut kita bisa janjian ketemuan biar kita bisa melihat asli orangnya tanpa harus melihat Cam saja.Nah pada ketika itu dia pun sempat berpacaran dengan teman dunia mayanya yang tentu ketemu dahulu baru pacaran, dan 2 kali dia berpacaran dengan teman chatnya.dan ketika lulus SMA, walapun kita sudah jauh, saya dengan dia masih akrab dan suka cerita-cerita tentang pengalaman kita masing-masing.

Ketika lulus SMA dia memutuskan untuk kerja dahulu akibat ayahnya terkena penyakik struk yang akhirnya dia gagal untuk kuliah sehingga dia mencari kerja terlebih dahulu.baru sekitar setahunan dia melanjutkan kuliah sambil kerja dimana pada pagi hari dia kerja dan malam harinya dia kerja.. luarbiasa sekali dia mampu melaksakan semua itu dan mampu mengambil keputusan dengan pasti tampak rasa ragu saat itu usianya baru beranjak 18 tahun.karena dia harus menjadi tulang punggung keluarga dikarenakan ayahnya sakit dan memiliki 4 orang adik.Semangat yang dia miliki sangat besar dan dia tidak pernah melupakan keinginan untuk kuliah mengambil SI Akuntasi sehingga beberapa dari gaji yang dia dapat diberikan ke orang tua serta untuk membayar kuliah,mendengar cerita dia ketika bagaimaan perasaannya pada saat dia bekerja dahulu saya diceritakan bahwa dunia kerja sangat berbeda sekali dengan dunia sekolah,disitu kita penuh tantangan dan kadang sindiran yang pedas serta pergaulan yang berbeda dratis, contohnya dia dahulu dia tidak merokok akan tetapi memenjak kerja dia mulai merokok untuk menghilangkan stress serta dia suka pulang malam karena lembur gara-gara kuliahnya serta keluar bermain dengan rekan kerjaan serta dahuliu yang dia pulang pergi langsung kerumah sekarang dia mengambil keputusan untuk mengkost karena jauhnya perjalanan pulang menuju ke rumah serta sekarang dia sudah mampu membeli apapun yang dia inginkan dari hasil kerja keras dia dalam bekerja tanpa harus meminta ke orang tuanya.

Dan pada saat saya kuliah malang, saya mengenalkan dia kepada teman chat dekat saya ke dia serta tampaknya teman chat saya itu menyukai dirinya alhasil tanpa saya ketahuan dari awal ternyata mereka berpacaran, sumgguh senang melihat mereka jadian.padahal dahulu dia slalu saja bertengkar ketika ngobrol dichat ah tapi klo jodoh tidak kemana, kemudian pada tahun 2011 ketika itu dia masih berusia 19 tahun, saya sangat terkejut ketika mendengar berita bawah dia ingin menikah dengan teman chatting saya awalnya saya pikir hanya becanda, gimana saya tidak kaget setahu saya dia itu pada saat SMA tidak pernah seserius ini menjalanin hubungan ampe dahulu umur pacaran dia baru beranjak 3 bulan serta dia baru mengenal teman chat saya sekitar 1 tahuanan.Sungguh keputusan yang sangat menagetkan bagi saya tapi ternyata memang benar adanya, pada usia dia yang baru 19 tahun dia sudah mengambil keputusan untuk menikah dengan pasangannya yang berusia 22 tahun dan status pasangannya juga sedang kuliah sambil bekerja. Dan Alhamdulillah sekarang dia sudah mau memiliki anak dari pernikahannya dengan pasangannya tersebut.


Analisis berdasarkan pada cerita diatas : ^ ^

Transisi dari masa remaja ke masa dewasa bila dilihat pada usia remaja biasanya sekitar usia 18 – 25 tahun, Dimana berdasarkan pada emerging adulthood mencakup(Arnett,2006): individu cenderung memiliki perasaan bukan remaja lagi,tetapi belum sepenuhnya dewasa serta merasa punya banyak kesempatan untuk mengubah hidup dan eksplorasi identitas,cinta dan karir. Serta terdapat beberapa criteria yang menunjukkan akhir masa remaja dan awal mula dewasa awal,diantaranya yaitu kemandirian ekonomi yaitu memdapatkan pekerjaan,membeli kendaraan serta kemandirian dalam membuat keputusan yaitu karir, nilai-nilai, keluarga dan gaya hidup (ppt.dosen).berdasarkan pada artikel diatas terlihat bahwa individu sudah mulai memikirkan beberapa hal yang harus dia lakukan untuk mengeksplorasi identitas, cinta serta karir,terkadang remaja pada usia tersebut cenderung masih memikirkan hal-hal untuk kesenangan diri sendiri serta mencari jati diri pada individu,

D.P seorang remaja dimana pada usianya memasukin masa transisi dari remaja ke dewasa terlihat dari dia memiliki kemauan serta semangat yang tinggi ketika lulus SMA yang seharusnya dia ingin kuliah akan tetapi dia mengambil keputusan untuk bekerja dahulu sebelum kuliah sehingga terlihat kemaun individu yang kuat untuk kuliah serta membantu orang tua karena dia anak pertama yang diharapkan bisa menjadi tulang punggung orang tuanya terutama ayahnya yang terkena penyakit yang memerlukan biaya pengobatan walaupun seperti itu dia tidak patah semangat dia tetap meneruskan tekad untuk tetap kuliah dan akhirnya diapun kuliah dengan mencari pekerjaan sehingga rasa kemandirian pada dirinya mulai tampak serta tanggung jawab dengan apa yang dia lakukan kemudian dari pengalaman kerja yang dia dapat untuk mengubah hidupnya yaitu dari keputuasaan dia karena tidak bisa kuliah akan tetapi dia berusaha untuk bekerja dahulu baru setahun kemudian dia kuliah sehingga akhirnya terpenuhi keinginan dia

Berdasarkan pada criteria yang menujukan akhir masa remaja dan awal dewasa yaitu kemandirian ekonomi yang terlihat individu berusia 18 tahun sudah memiliki pekerjaan sehingga dia mampu membiayai kuliahnya sendiri serta membeli barang yang dia inginkan dan mampu meringankan beban orang tuanya serta kemandirian dalam membuat keputusan yaitu pertama karir, dia sekarang bukan lagi remaja yang biasanya selalu bersandar pada orang tuanya akan tetapi dia sudah mandiri, dia sudah mampu bekerja sambil kuliah yang tujuannya untuk kebaikan dia pada masa depan tanpa menyusahkan orang tua,

kedua keluarga, keputusan dia untuk bekerja dengan tujuan meringankan beban orang tuanya serta mengambil keputusan untuk menikah diusia 19 tahun sehingga merasa dirinya sudah siap untuk menghadapi dunia pernikahan dengan pasangannya serta sudah mampu mencari pendamping yang memang sesuai untuk bersamanya serta yang ketiga gaya hidup, ketika dia pada saat masih SMA,cenderung dia merupakan anak yang tidak terlalu bebas yaitu kalau pulang sekolah langsung pulang akan tetapi sekarang dia cenderung berubah yaitu dia suka merokok untuk menghilangkan stress yang dahulu dia tidak pernah merokok selanjutnya seringnya pulang malam ketika ada ajakan teman maupun lembur tugas dan merasa untuk memiliki keputusan untuk mengkost yang jauh dari orang tua sehingga dia harus mandiri tanpa ada orang tua disampingnya.

Kemudian berdasarkan pada teori Erik Erikson pada tahap kelima yaitu identitas vs kekacauan identitas (tahap adolesen “remaja”)seorang remaja berakhir pada usia 18 tahun atau 20 tahun dimana remaja sudah mulai menemukan siapakah dirinya yang merupakan peranan penting karena pada masa ini seorang remaja mulai mengetahu siapa dirinya dan bagaiamana cara seorang terjun ditengah masayarakat selain pada keluarga. Dan kemudian tahap selanjutnya yaitu tahap ke enam yaitu keintiman vs isolasi sekitar usia dewasa awal 20-30 tahun (youth adulthood)dimana pada tahap sebelumnya remaja cenderung memiliki ikatan yang kuat dengan teman sebayanya akan tetapi pada tahap ini individu sudah mulai memikirkan atau membina hubungan yang intim dengan orang lain terutama lawan jenis seperti mulai masuk dalam jenjang pernikahan.apabila dilihat dari kasus diatas D.P sudah mampu melewatkan tahap kelima maupun tahap ke enam, dimana dia sudah mulai dapat mengembangkan identitas dirinya kepada orang lain bagaimana mana dia dengan masyarakat yang terlihat bahwa dia sudah mendapatkan bekerjaan dan mampu beradaptasi dengan baik dengan rekan kerjanya yang terlihat pada gaya hidupnya yang suka berkumpul dengan temannya dan mampu menjadi diri yang mandiri dengan mengringankan beban orang tua serta mampu kuliah dengan uangnya sendiri kemudian pada selanjutnya

ketika dia pada usia 19 tahun sudah memutuskan untuk menikah dengan pasangannya yang dia beranggapan bahwa pasangan tersebut mampu menjalanin hubungan untuk kedepannya yang lebih baik serta mampu bekerja sama mencapai kehidupan yang bahagia sehingga terhindar dari sikap menyendiri atau isolasi dan dahulu seorang remaja yang selalu mencari pasangan yang sesuai dengan dia dengan berpacaran dengan beberapa orang dan apabila dia tidak sesuai dengan inginannya dia akan memutuskannya akan tetapi sekarang karena dia sudah memantapkan diri dengan keputusannya dia untuk menikah sehingga dia sudah termaksud pada masa dimana bukan remaja lagi akan tetapi dewasa karena tidak lama lagi diapun akan memiliki seorang anak dan dia akan menjadi ibu yang harus mendidik dan bertanggung jawab dengan keluarganya.


Sumber:

1. Power Point Ibu Ari Pratiwi S.Psi M.Psi (dosen matakuliah perkembangan remaja)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar