hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAN KAMU tetapii APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN



Selasa, 16 Agustus 2011

FILM HAPPY GO LUCKY - ANALISIS BERDASARKAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

hay ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ::D

kALI ini saya akan memberikan satu film lagi yang bagusss yaitu "HAPPY GO LUCKY" yang sinopsinya :

Pauline Cross (Sally Hawkins) adalah seorang wanita yang selalu ceria. Ia selalu menghadapi apa pun dengan optimis dan tak pernah sekalipun terlihat punya masalah. Namun itu semua akan segera menghadapi tantangan berat karena Pauline akan menghadapi orang-orang yang akan menguji prinsip hidup Pauline ini.

Ujian pertama yang dihadapi Pauline adalah sepedanya yang hilang. Ketika Pauline sedang mengunjungi sebuah toko buku, sepeda Pauline dicuri orang. Dan ketika Pauline keluar dari toko buku, ia mendapati sepedanya tak lagi di sana. Pauline berhasil melewati ujian pertama ini dengan baik karena ia tak lantas jadi marah meledak-ledak karena kesialan ini.


Bukannya membeli sepeda baru, Pauline malah memutuskan untuk membeli mobil dan mengambil kursus mengemudi. Dari kursus mengemudi inilah Pauline bertemu Scott (Eddie Marsan) yang menjadi instruktur di sana. Berbeda dengan Pauline, Scott adalah tipe orang yang tidak sabaran dan punya masalah emosional. Namun setelah lama bergaul, Scott yang semula tak merasakan apa-apa malah jatuh hati pada Pauline.

Seolah tak henti-henti, ujian kesabaran pun saling bergantian datang, mulai dari seorang gelandangan yang ditemui Pauline di jalan, saudaranya yang sedang hamil, hingga muridnya di sekolah

sumber :
http://www.kapanlagi.com/film/internasional/happy-go-lucky-ujian-kesabaran-buat-pauline.html

Ok ,,,, Sekarang Analisis pemeran poppy dalam film “HAPPY GO LUCKY” berdasarkan self concept, perkembangan fisik,kognitif dan psikososial serta membandingkan dengan psikososial orang dewasa pada umunnya dan menurut teori.

· KONSEP DIRI (SELF CONCEPT)

Konsep diri adalah bagaimana individu mengpersepsikan dirinya sendiri.

ASIMILASI à (pengalaman à konsep diri)

AKOMODASI à (konsep diri à pengalaman)

Serta evaluasi terhadap domain yang spesifik dari diri (mis : akademik, penampilan fisik, dll).

Berdasarkan pada film “Happy Go Lucky”.

Konsep diri yang ada pada diri poppy yaitu dimana poppy adalah seorang wanita yang cerita,humoris dan cuek serta terlalu bebas sesuai keinginannya,dia selalu menunjukan dirinya kepada orang lain dengan sikap ceria,tidak pernah terlihat sedih apabila di depan teman dan orang lain di hadapannya serta berperilaku sesuai dengan yg diinginkan dan terkadang tidak suka mendengarkan saran atau masukan dari orang lain karena dia menganggap apa yg dilakukannya adalah benar dan inilah hidup dia, dia merasa senang dengan hidup yag dia jalanin.Poppy melakukan semua kegiatan sesuai dengan kesenangannya dan cenderung suka kebebasan.

· Perkembangan fisik

Perkembangan fisik yang tampak pada poppy dalam film “Happy Go Lucky” adalah poppy termasuk pada usia dewasa awal dimana dia wanita berusia 30 tahun,tampak fisik yaitu kulit mulai tampak berkerut terlihat pada wajah poppy agak berkeru dapat terlihat jelas ketika saat poppy sedang berbicara serta tersenyum dan tertawa pada film tersebut.dan ketika poppy bermain trampoline dimana setelah dia bermain trampoline dia merasa cedera punggung,dia merasa sakit di pinggang sehingga memeriksakan ke dokter darisitu terlihat pada usia 30 tahun perkembangan fisik yaitu ketahanan dan kekuatan tubuh agak berkurang sehingga apabila melakukan kegiatan-kegiatan yang agak berat seperti trampoline yaitu berlompat-lompat akan sangat mudah berakibat cedera seperti cedera punggung setelah bermain trampoline.


· Perkembangan kognitif

Perkembangan kognitif pada poppy dalam film “Happy Go Lucky” adalah kemampuan poppy sebagai seorang guru di sekolah tampak dia memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas akademis yang harus dia lakukan kepada siswa-siswa yang sedang dia ajar serta mampu memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi situasi baru seperti pada di film dia menciptakan suasana bermain di dalam proses pembelajaran yaitu dengan membuat suatu kerajinan topi dari kantong kertas yang di hias dengan sedikit warna serta tempelan dari kertas berwarna serta dia pun peka dengan situasi yang terjadi pada siswa-siswanya mampu menyesuaikan diri pada situasi tersebut dimana ketika melihat seorang siswa laki-laki yang sedang memukuli temannya,poppy langsung menghampiri dan mencoba menyelesaikan permasalahan apa yang terjadi pada siswanya tersebut sehingga dia pun memberitahukan masalah ini kepada yang lain sehingga akhirnya dipanggilah pekerja social untuk membantu mengatasi permasalahan siswa laki-laki tersebut.

· Perkembangan psikososial

Pada teori Erikson Masa Dewasa Awal (Young adulthood) ditandai adanya kecenderungan intimacy – isolation yaitu pada usia 21 sampai 35 tahun. Kalau pada masa sebelumnya, individu memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya, namun pada masa ini ikatan kelompok sudah mulai longgar. Mereka sudah mulai selektif, dia membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. Periode diperlihatkan dengan adanya hubungan spesial dengan orang lain yang biasanya disebut dengan istilah pacaran guna memperlihatkan dan mencapai kelekatan dan kedekatan dengan orang lain. berdasarkan pada poppy di film “Happy Go Lucky” adalah perasaan cuek dan merasa dapat melakukan sesuatu sendiri yang ada diri poppy yang mengakibatkan dapat berbuat sesuka hati tanpa memperdulikan dan merasa tergantung pada segala bentuk hubungan misalnya dalam hubungan dengan sahabat, tetangga, bahkan dengan orang yang kita cintai/kekasih sekalipun.sehingga pada usia 30 tahun poppy cenderung belum adanya hubungan special dengan lawan jenis dalam hidupnya namun cenderung intimat relationship yaitu Stereotype style individu mempunyai hubungan superficial yang cenderung didominasi oleh ikatan pertemanan dengan jenis kelamin yang sama dibandingkan dengan lawan jenis.


Dalam hubungan percintaan poppy ketika bertemu dengan laki-laki pekerja social di sekolah menurut pada stage in interpersonal relationship adalah infatuation dimana hubungan percintaan Poppy dan Tim cinta pada pandangan pertama yang tanpa intimacy dan komiten yang dapat dilihat ketika Tim dan Poppy saling bertemu di sebuah restoran serta mereka berdua pergi ke tempat tinggal tim dan melakukan hubungan sex.dan pada poppy termasuk dalam nonmariatal lifestyle yaitu single life yang pada dilihat ketika poppy sedang berkunjung ke rumah Suzy.pada saat Suzy menanyakan apakah kmu tidak menginginkan anak? Poppy menjawabnya dengan becanda dan terlihat poppy juga cenderung tidak memikirkan masa depan karena dia menganggap apa yang dia lakukan selama ini adalah dia suka kebebasan dia .hidup dia miliki sehingga belum memikirkan untuk kesebuah pernikahan dan memiliki anak.

· Perbandingan psikososial orang dewasa pada umunnya dan menurut teori.

Vaillant (dalam Papalia, dkk, 1998) membagi fase dewasa menjadi tiga, yaitu masa pembentukan, masa konsolidasi dan masa transisi. Masa pembentukan dimulai pada usia 20 sampai 30 tahun dengan tugas perkembangan mulai memisahkan diri dari orang tua, membentuk keluarga dengan pernikahan, dan mengmbangkan persahabatan. Masa konsolidasi, usia 30 sampai 40 tahun merupakan masa konsolidasi karier dan memperkuat ikatan perkawinan, sedangkan masa transisi sekitar usia 40 tahun merupakan masa meninggalkan kesibukan pekerjaan dan melakukan evaluasi terhadap hal yang telah diperoleh.


1. Kehidupan keluarga

Menurut teori perkembangan yang dikemukakan oleh Papalia, Old, dan Feldman (1998) masa usia menikah adalah usia dewasa awal yaitu antara 20 hingga 40 tahun. Hal ini dapat diartikan sebagaimana fungsi perkembangan dewasa awal untuk memasuki dunia pernikahan dan dan membina bahtera rumah tangga.

2. Kehidupan pekerjaan dan karier

Salah satu tugas perkembangan seseorang yang telah memasuki masa dewasa awal adalah memasuki dunia kerja dan karier. Dalam proses perjalanan dalam fase ini, seseorang ditunutut untuk dapat menentukan jenjang karier yang tepat bagi dirinya. Seorang individu dalam menjalani hidupnya ditengah fase ini diharapkan sudah memiliki pekerjaan yang layak dan menjamin.


Bandingaan psikososial poppy dalam film “Happy Go Lucky” dengan orang dewasa pada umumnya dan menurut teori yaitu pada orang dewasa sekitar usia 20 sampai 30 cenderung sudah memisahkan diri dari orang tua dimana mereka suka menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenisnya yaitu pernikahan sehingga cenderung sudah memikiran kedepannya yaitu seperti memiliki anak dan mengurusi keluarga serta selain itu juga sudah memasuki dunia kerja dan karier agar mampu membiayakan kehidupan sehari-hari dalam keluarga pada dewasa pada umunnya.namun pada poppy dia cenderung belum memikirkan untuk membentuk sebuah hubungan special dengan lawan jenis, dia cenderung menikmati kebebasan yang dia miliki dalam kehidupannya yang masih ingin main dan main serta berkumpul dengan teman-temannya serta dengan karier yang dia miliki sebagai seorang guru di sekolah bahkan untuk menjadi sebuah hubungan belum adanya keseriusan untuk menuju pada pernikahan dan memiliki anak.padahal menurut teori pada umur 30 tahun tersebut seseorang cenderung sudah memikirkan untuk menikah serta memiliki anak.dan pada teori erikson juga menyebutkan yaitu Periode diperlihatkan dengan adanya hubungan spesial dengan orang lain yang biasanya disebut dengan istilah pacaran guna memperlihatkan dan mencapai kelekatan dan kedekatan dengan orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar